Selasa, 12 April 2011

Dalam sejarah Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya. Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin Ziyad yang pada tahun 97 H (sekitar tahun 710 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick.

Untuk menyemangati pasukannya agar tidak gentar melawan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dan agar tidak ada satupun dari pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah mundur - apa yang di lakukan Thariq ?, dia membakar seluruh kapal-kapal yang dipakai pasukannya untuk mencapai pantai tenggara Spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan sang panglima ini, Thariq menjawabnya dengan pidato yang terkenal sbb :

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian”.

Tekad yang sangat kuat untuk hidup mulia atau mati syahid “Isy Kariman au Mut Syahidan” inilah yang dapat membawa kejayaan Islam dari waktu ke waktu.

Kita tahu akhirnya dalam sejarah bahwa diawali oleh tekad yang sangat kuat dan kebergantungan kepada Allah semata tersebut, Islam menjangkau wilayah yang paling luas beberapa puluh tahun kemudian setelah strategi ini ditempuh Thariq dan pasukan-pasukannya.

Ketika cerita tentang Thariq ini diajarkan secara turun temurun baik di dunia Islam maupun diluar Islam, maka sekitar 800 tahun kemudian, kurang lebih sepuluh generasi setelah Islam masuk Spanyol – anak keturunan bangsa Spanyol yang bernama Hernando Cortez - pun meniru bulat-bulat strategi Thariq tersebut diatas ketika ia memimpin ekspedisi penaklukan ke Mexico.

Hernando Cortez yang memimpin expedisi penaklukan bangsa Aztecs untuk merebut emas dan harta-harta lainnya ini membakar keseluruhan 11 kapal yang digunakan untuk membawa pasukannya mencapai daratan Mexico. Dengan demikian tidak ada pikiran untuk mundur, jalan hanya satu arah yaitu maju kedepan.

Kita juga tahu hasil dari kebulatan tekat Hernando Cortez ini, sampai sekarang bahasa resmi yang dipakai di Mexico adalah bahasa Spanyol. Ini menunjukkan betapa berhasilnya Hernando Cortez meniru strategi Thariq Bin Ziyad dalam upayanya untuk menaklukkan Mexico yang menjadi jajahan Spanyol sampai beratus tahun kemudian.

Kalau seorang Hernando Cortez saja bisa belajar dan menikmati ke-sukses-an dari meniru strategi Panglima Perang Islam Thariq Bin Ziyad, masa kita umat Islam di masa kini tidak bisa mencapai kesuksesan dengan belajar dari keberhasilan tokoh pejuang sekaliber Thariq ini ?.

Kalaulah medan kita bukan atau belum medan perang saat ini, minimal strategi Thariq dengan membakar kapal ini bisa kita terapkan di tekad kita untuk membangun usaha, untuk meninggalkan tempat kerja yang kita ragukan ‘kebersihan’-nya misalnya.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan sekian banyak peserta Pesantren Wirausaha dan juga peserta yang ikut pelatihan CIED (Center for Islamic Entrepreneurship Development) , penghalang terbesar dari setiap peserta yang ingin menjadi entrepreneur adalah keberaniannya untuk benar-benar terjun ke usaha – serta benar-benar meninggalkan pekerjaan sebelumnya.

Pengalaman saya sendiri-pun menunjukkan demikian; tidak kurang dari enam kali usaha berwiraswasta yang saya lakukan diluar jam kantor - ketika saya masih aktif sebagai eksekuitif ; tidak satupun yang berhasil. Yang ketujuh, kedelapan dan seterusnya insyaallah berhasil karena kapal saya benar-benar saya bakar.

Untuk mencapai karir puncak di Industri asuransi & investasi di usia muda, dengan sangat bersusah payah saya peroleh gelar profesi yang paling tinggi di New Zealand, Australia dan Inggris. Sangat sedikit professional asuransi & investasi Indonesia yang mencapai pengakuan semacam ini. Namun sejak lahirnya fatwa MUI bahwa bunga bank haram awal 2004 ( Fatwa No 1 Tahun 2004 Tentang Bunga), tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan mengenai keharaman bunga bank dan produk-produk yang terkait dengannya di dunia finansial - maka pekerjaan saya sebelumnya harus saya tinggalkan.

Maka alhamdulillah kapal yang namanya gelar professional dan karir puncak di industri finansial tersebut telah habis saya bakar dua tahun lalu. Sejak saat itu, mirip yang dilakukan oleh Thariq dan juga Cortez, medan ‘pertempuran’ saya menjadi medan ‘pertempuran’ yang sama sekali baru. Tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil – hanya pertolongan Allah-lah yang menjadikan yang sukar itu mudah.

Jadi bagi Anda yang ingin pindah quadrant dari pegawai/eksekutif ke pengusaha, bila Anda berani membakar kapal Anda, Insya Allah Andapun juga bisa berhasil….!. Wa Allahu A’lam.

Pengertian dan Hukum-Hukum Berzina

1. PENGERTIAN ZINA
Dalam al-Mu’jamul Wasith hal 403 disebutkan, “Zina ialah seseorang bercampur dengan seorang wanita tanpa melalui akad yang sesuai dengan syar’i.”

2. HUKUM ZINA

Zina adalah haram hukumnya, dan ia termasuk dosa besar yang paling besar.

Allah swt berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Israa’: 32)

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “(Ya Rasulullah), dosa apa yang paling besar?” Jawab Beliau, “Yaitu engkau mengangkat tuhan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” Lalu saya bertanya (lagi), “Kemudian apa lagi?” Jawab Beliau, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir ia makan denganmu.” Kemudian saya bertanya (lagi). “Lalu apa lagi?” Jawab Beliau, “Engkau berzina dengan isteri tetanggamu.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari XII: 114 No. 6811, Muslim I: 90 No. 86, ‘Aunul Ma’bud VI: 422 No. 2293 No. Tirmidzi V: 17 No. 3232).

Allah swt berfirman:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Furqaan: 68-70).

Dalam hadist Sumarah bin Jundab yang panjang tentang mimpi Nabi saw, Beliau saw bersabda:

“Kemudian kami berjalan dan sampai kepada suatu bangunan serupa tungku api dan di situ kedengaran suara hiruk-pikuk. Lalu kami tengok ke dalam, ternyata di situ ada beberapa laki-laki dan perempuan yang telanjang bulat. Dari bawah mereka datang kobaran api dan apabila kena nyala api itu, mereka memekik. Aku bertanya, “Siapakah orang itu” Jawabnya, “Adapun sejumlah laki-laki dan perempuan yang telanjang bulat yang berada di dalam bangunan serupa tungku api itu adalah para pezina laki-laki dan perempuan.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 3462 dan Fathul Bari XII: 438 no: 7047).

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba berzina tatkala ia sebagai seorang mu’min; dan tidaklah ia mencuri, manakala tatkala ia mencuri sebagai seorang beriman; dan tidaklah ia meneguk arak ketikaia meneguknya sebagai seorang beriman; dan tidaklah ia membunuh (orang tak berdosa), manakala ia membunuh sebagai seorang beriman.”

Dalam lanjutan riwayat di atas disebutkan:

Ikrimah berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Bagaimana cara tercabutnya iman darinya?’ Jawab Ibnu Abbas: ‘Begini –ia mencengkeram tangan kanan pada tangan kirinya dan sebaliknya, kemudian ia melepas lagi–, lalu manakala dia bertaubat, maka iman kembali (lagi) kepadanya begini –ia mencengkeramkan tangan kanan pada tangan kirinya (lagi) dan sebaliknya-.’” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 7708, Fathul Bari XII: 114 no: 6809 dan Nasa’i VIII: 63).

3. KLASIFIKASI ORANG BERZINA

Orang yang berzina adakalanya bikr atau ghairu muhshan (Perawan atau lajang (untuk perempuan) dan perjaka atau bujang (untuk laki-laki)), atau adakalanya muhshan (orang yang sudah beristeri atau bersuami).

Jika yang berzina adalah orang merdeka, muhshan, mukallaf dan tanpa paksaan dari siapa pun, maka hukumannya adalah harus dirajam hingga mati.

Muhshan ialah orang yang pernah melakukan jima’ melalui akad nikah yang shahih. Sedangkan mukallaf ialah orang yang sudah mencapai usia akil baligh. Oleh sebab itu, anak dan orang gila tidak usah dijatuhi hukuman. Berdasarkan hadist “RUFI’AL QALAM ’AN TSALATSATIN (=diangkat pena dari tiga golongan)”.

Dari Jabir bin Abdullah al-Anshari ra bahwa ada seorang laki-laki dari daerah Aslam datang kepada Nabi saw lalu mengatakan kepada Beliau bahwa dirinya benar-benar telah berzina, lantas ia mepersaksikan atas dirinya (dengan mengucapkan) empat kali sumpah. Maka kemudian Rasulullah saw menyuruh (para sahabat agar mempersiapkannya untuk dirajam), lalu setelah siap, dirajam. Dan ia adalah orang yang sudah pernah nikah. (Shahih: Shahih Abu Daud no: 3725, Tirmidzi II: 441 no: 1454 dan A’unul Ma’bud XII: 112 no: 4407).

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Umar bin Khattab ra pernah berkhutbah di hadapan rakyatnya, yaitu dia berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw dengan cara yang haq dan Dia telah menurunkan kepadanya kitab al-Qur’an. Di antara ayat Qur’an yang diturunkan Allah ialah ayat rajam, kami telah membacanya, merenungkannya dan menghafalkannya. Rasulullah saw pernah merajam dan kami pun sepeninggal Beliau merajam (juga). Saya khawatir jika zaman yang dilalui orang-orang sudah berjalan lama, ada seseorang mengatakan, “Wallahi, kami tidak menjumpai ayat rajam dalam Kitabullah.” Sehingga mereka tersesat disebabkan meninggalkan kewajiban yang diturunkan Allah itu, padahal ayat rajam termaktub dalam Kitabullah yang mesti dikenakan kepada orang yang berzina yang sudah pernah menikah, baik laki-laki maupun perempuan, jika bukti sudah jelas, atau hamil atau ada pengakuan.” (Mutafaqun ’alaih: Fathul Bari XII: 144 no: 6830, Muslim III: 1317 no 1691, ‘Aunul Ma’bud XII: 97 no: 4395, Tirmidzi II: 442 no: 1456).

4. HUKUMAN BUDAK YANG BERZINA

Apabila yang berzina adalah budak laki-laki ataupun perempuan, maka tidak perlu dirajam. Tetapi cukup didera sebanyak lima puluh kali deraan, sebagaimana yang ditegaskan firman Allah swt:

“Dan apabila mereka Telah menjaga diri dengan kimpoi, Kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), Maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami.” (QS An-Nisaa: 25)

Dari Abdullah bin Ayyasy al-Makhzumi, ia berkata, “Saya pernah diperintah Umar bin Khattab ra (melaksanakan hukum cambuk) pada sejumlah budak perempuan karena berzina, lima puluh kali, lima puluh kali cambukan.” (Hasan: Irwa-ul Ghalil no: 2345, Muwaththa‘ Malik hal 594 no: 1058 dan Baihaqi VIII: 242)

5. ORANG YANG DIPAKSA BERZINA TIDAK BOLEH DIDERA

Dari Abu Abdurahhman as-Silmi ia berkata: “Umar bin Khatab ra pernah dibawakan seorang perempuan yang pernah ditimpa haus dahaga luar biasa, lalu ia melewati seorang penggembala, lantas ia minta air minum kepadanya. Sang penggembala enggan memberikan air minum, kecuali ia menyerahkan kehormatannya kepada seorang penggembala. Kemudian terpaksa ia melaksanakannya. Maka (Umar) pun bermusyawarah dengan para sahabat untuk merajam perempuan itu, kemudian Ali ra menyatakan, ‘Ini dalam kondisi darurat, maka saya berpendapat hendaklah engkau melepaskannya.’ Kemudian Umar melaksanakannya.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 2313 dan Baihaqi VIII: 236).

6. HUKUMAN BIKR (PERAWAN ATAU PERJAKA) YANG BERZINA

Allah swt berfirman:
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS An-Nuur: 2).

Dari Zaid bin Khalid-al-Juhanni ra, ia berkata, “Saya pernah mendengar Nabi saw mnyuruh orang yang berzina yang belum pernah kimpoi didera seratus kali dan diasingkan selama setahun.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 2347 dan Fathul Bari XII: 156 no: 6831)

Dari Ubadah bin Shamit ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ambillah dariku, ambillah dariku; sungguh Allah telah menjadikan jalan (keluar) untuk mereka; gadis (berzina) dengan jejaka dicambuk seratus kali cambukan dan diasingkan setahun, dan duda berzina dengan janda didera seratus kali didera dan dirajam.” (Shahih: Mukthashar Muslim no: 1036, Muslim III: 1316 no: 1690, ’Aunul Ma’bud XII: 93 no: 4392, Tirmidzi II: 445 no: 1461 dan Ibnu Majah II: 852 no: 2550).

7. DENGAN APA HUKUM HAD SAH DILAKSANAKAN?
Hukum had dianggap sah dilaksanakan dengan dua hal: pertama, pengakuan dan kedua, disaksikan oleh para saksi. (Fiqhus Sunnah III: 352).

Adapun pengakuan, didasarkan pada waktu Rasulullah saw yang pernah merajam Ma’iz dan perempuan al-Ghamidiyah yang keduanya mengaku telah berzina:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Tatkala Ma’iz bin Malik dibawa kepada Nabi saw, maka Beliau bertanya kepadanya, “Barangkali engkau hanya mencium(nya) atau meraba(nya) dengan tanganmu atau sekedar melihat(nya)?” Jawabnya, “Tidak, ya Rasulullah.” Tanya Beliau (lagi), “Apakah engkau telah melakukan sesuatu yang tidak layak diutarakan dengan terus terang?” Maka ketika itu, Beliau menyuruh merajamnya.” (Shahih: Shahih Abu Daud no: 3724, Fathul Bari XII: 135 no: 6824 dan ‘Aunul Ma’bud XII: 109 no: 4404)

Dari Sulaiman bin Buraidah dari bapaknya ra bahwa seorang perempuan dari daerah Ghamid dari suku al-Azd datang kepada Nabi saw lalu mengatakan, “Ya Rasulullah, sucikanlah diriku!” Maka sabda Beliau, “Celaka kamu. Kembalilah, lalu beristighfarlah dan bertaubatlah kepada-Nya!” Kemudian ia berkata (lagi), “Saya melihat engkau hendak menolakku, sebagaimana engkau telah menolak Ma’iz bin Malik.” Beliau bertanya kepadanya, “Apa itu?” Jawabnya, “Sesungguhnya saya telah hamil karena berzina.” Tanya Beliau. “Kamu?” Jawabnya, “Ya.” Maka sabda Beliau kepadanya, “(Pulanglah) hingga engkau melahirkan (bayi) yang di perutmu.” Kemudian ada seseorang sahabat dari kawan Anshar yang mengurusnya hingga ia melahirkan bayinya, lalu ia data kepda Nabi saw dan menginformasikan kepada Beliau bahwa perempuan al-Ghamidiyah itu telah melahirkan. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, kami tidak akan segera merajamnya dan kami tidak akan biarkan anaknya yang masih kecil, tidak ada yang menyusuinya.” Kemudian ada seorang sahabat Anshar bangun lantas berkata, “Ya Nabiyullah, saya akan menanggung penyusuannya.” Kemudian Beliau pun merajamnya. (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 1039, Muslim III: 1321 no: 1695).

Jika yang bersangkutan ternyata meralat pengakuannya, maka tidak boleh dijatuhi hukuman. Hal ini merujuk pada hadist Nu’aim bin Huzzal:

Adalah Ma’iz bin Balik seorang anak yatim yang dulu berada di bawah asuhan ayahku (yaitu Huzzal), kemudian ia pernah berzina dengan seorang budak perempuan dari suatu kampung … sampai pada perkataannya “Kemudian Nabi Saw menyuruh agar Ma’iz dirajam. Lalu dikeluarkanlah Ma’iz ke Padang Pasir. Tatkala dirajam, ia merasakan sakitnya lemparan batu yang menimpa dirinya, kemudian bersedih hati, lalu ia melarikan diri dengan cepat, lantas bertemu dengan Abdullah bin Unais. Para sahabatnya tidak mampu (menahannya). Kemudian Abdullah bin Unais mencabut tulang betis unta, lalu dilemparkan kepadanya hingga ia meninggal dunia. Kemudian Abdullah bin Unais datang menemui Nabi saw lalu melaporkan kasus tersebut kepadanya, maka Rasulullah berkata kepadanya, “Mengapa kamu tidak biarkan ia, barangkali ia bertaubat lalu Allah menerima taubatnya.” (Shahih: Shahih Abu Daud no. 3716, ‘Aunul Ma’bud XII: 99 no: 4396)

8. HUKUM ORANG YANG MENGAKU PERNAH BERZINA DENGAN SI FULANAH

Apabila seseorang mengaku bahwa dirinya telah berzina dengan fulanah, maka laki-laki yang mengaku tersebut harus dijatuhi hukuman. Kemudian jika si perempuan, rekan kencannya, mengaku juga, maka ia harus dijatuhi hukuman juga. Jika ternyata si perempuan tidak mau mengakui, maka ia (si perempuan) tidak boleh dijatuhi hukuman.

Dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid ra bahwa ada dua orang laki-laki yang saling bermusuhan datang kepada nabi saw lalu seorang di antara keduanya menyatakan, “Ya Rasulullah, putuskanlah di antara kami dengan Kitabullah!” Yang satunya lagi –yang paling mengerti di antara mereka berdua– berkata, “Betul, ya Rasulullah, putuskanlah di antara kami dengan Kitabullah, dan izinkanlah saya untuk mengutarakan sesuatu kepadamu.” Jawab Beliau, “Silakan utarakan!” Ia melanjutkan pengutaraannya, “Sesungguhnya anakku ini adalah seorang pekerja yang diberi upah oleh orang ini, lalu ia pun berzina dengan isterinya. Lalu orang-orang menjelaskan kepadaku bahwa anaku harus dirajam. Oleh sebab itu, saya telah menebusnya dengan memberikan seratus ekor kambing dan seorang budak wanitaku. Kemudian saya pernah bertanya kepada orang-orang alim, lalu mereka menjelaskan kepadaku bahwa anakku harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun lamanya. Sedangkan rajam hanya ditimpahkan kepada isteri ini.” Maka Rasulullah saw bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, saya akan benar-benar memutuskan di antara kalian berdua dengan Kitabullah; adapun kambing dan budak perempuanmu itu maka dikembalikan (lagi) kepadamu.” Beliau pun mendera anaknya seratus kali dan mengasingkannya selama setahun. Dan Beliau juga menyuruh Unais al-Aslam agar menemui isteri orang pertama itu; jika ia mengaku telah berzina dengananak itu, maka harus dirajam. Ternyata ia mengaku, lalu dirajam oleh Beliau. (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari XII: 136 no: 6827-6828, Muslim III: 1324 no: 1697-1698, ‘Aunul Ma’bud XII: 128 no: 4421, Tirmidzi II: 443 no: 145, Ibnu Majah II: 852 no: 2549 dan Nasa’i VIII: 240).

9. HUKUM HAD HARUS DILAKSANAKAN BILA SAKSINYA KUAT

Allah swt berfirman:
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur: 4)

Apabila ada empat laki-laki muslim yang merdeka lagi adil menyaksikan dzakar (penis) si fulan masuk ke dalam farji (vagina) si fulanah seperti pengoles celak mata masuk ke dalam botol tempat celak, dan seperti timba masuk ke dalam sumur, maka kedua-duanya harus dijatuhi hukuman.

Manakalah tiga saja yang mengaku menyaksikan, sedang yang keempat justru mengundurkan diri dari kesaksian mereka, maka yang tiga orang itu harus didera dengan dera tuduhan sebagimana yang telah dipaparkan ayat empat An-Nuur itu, dan berdasarkan riwayat berikut:

Dari Qasamah bin Zuhair, ia bercerita: Tatkala antara Abu Bakrah dengan al-Mughirah ada permasalahan tuduhan zina yang dilaporkan kepada Umar ra maka kemudian Umar minta didatangkan saksi-saksinya, lalu Abu Bakrah, Syibl bin Ma’bad, dan Abu Abdillah Nafi’ memberikan kesaksiannya. Maka Umar ra pada waktu mereka bertiga usai memberikan kesaksiannya, berkata, “Permasalah Abu Bakrah ini membuat Umar berada dalam posisi yang sulit.” Tatkala Ziyad datang, dia berkata, “(Hai Ziyad), jika engkau berani memberikan kesaksian, maka insya Allah tuduhan zina itu benar.” Maka kata Ziyad, “Adapun perbuatan zina, maka aku tidak menyaksikan dia berzina. Namun aku melihat sesuatu yang buruk.” Makakata Umar, “Allahu Akbar, hukumlah mereka.” Kemudian sejumlah sahabat mendera mereka bertiga. Kemudian Abu Bakrah seusai dicambuk oleh Umar menyatakan, “(Hai Umar), saya bersaksi bahwa sesungguhnya dia (al-Mughirah) berzina.” Kemudian, segera Umar ra hendak menderanya lagi, namun dicegah oleh Ali ra seraya berkata kepada Umar, “Jika engkau menderanya lagi, maka rajamlah rekanmu itu.” Maka Umar pun membatalkan niatnya dan tidak menderanya lagi.” (Sanadnya Shahih: Irwa-ul Ghalil VIII: 29 dan Baihaqi VIII: 334).

10. HUKUM ORANG BERZINA DENGAN MAHRAMNYA

Barangsiapa yang berzina dengan mahramnya, maka hukumnya adalah dibunuh, baik ia sudah pernah nikah ataupun belum. Dan apabila ia telah mengawini mahramnya, maka hukumannya ia harus dibunuh dan hartanya harus diserahkan kepada pemerintah.

Dari al-Bara’ ra, ia bertutur, “Saya pernah berjumpa dengan pamanku yang sedang membawa pedang, lalu saya tanya, ‘(Wahai Pamanda), Paman hendak kemana?’ jawabnya, ‘Saya diutus oleh Rasulullah saw menemui seorang laki-laki yang telah mengawini isteri bapaknya sesudah ia meninggal dunia, agar saya menebas batang lehernya dan menyita harta bendanya.’” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 2351, Shahih Ibnu Majah no: 2111, ‘Aunul Ma’bud XII: 147 no: 4433, Nasa’i VI: 110, namun dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah tanpa lafazh “menyita harta bendanya.” Tirmidzi II: 407 no: 1373 dan Ibnu Majah II: 869 no: 2607).

11. HUKUM ORANG YANG MENYETUBUHI BINATANG

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyetubui binatang ternak, maka hendaklah kamu bunuh dia dan bunuh (pula) binantang itu.” (Hasan Shahih: Shahih Tirmidzi no: 1176, Tirmidzi III: 1479, ‘Aunul Ma’bud XII: 157 no: 4440, Ibnu Majah II: 856 no: 2564)

12. HUKUMAN ORANG YANG MELAKUKAN LIWATH, HOMOSEKSUAL

Apabila seorang laki-laki memasukkan penisnya ke dalam dubur laki-laki yang lain, maka hukumannya adalah dibunuh, baik keduanya sudah pernah menikah taupun belum.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum (Nabi) Luth, maka bunuhlah fa’il (pelakunya) dan maf’ulbih (korbannya).” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 2075, Tirmidzi III: 8 no: 1481, ‘Aunul Ma’bud XII: 153 no: 4438, Ibnu Majah II: 856 no: 2561).

Sumber: Diadaptasi dari ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm 820 – 834

Senin, 11 April 2011

14 Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak

Seperti apakah ketika nabi muhammad mendidik anak-anaknya kala itu?


Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anak dapat di gambarkan di bawah ini:

1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, " Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah)."merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Ketika ja'far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut'ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja'far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, "Suruh kemarilah anak-anak ja'far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.

3. "Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada berita yang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja'far dan kawan-kawanya?" Beliau menjawab, "Ya benar, mereka hari di timpa musibah." Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, "janganlah kalian melupakan keluarga ja'far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja'far."

4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut'ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.

5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka." Rasulullah bersabda, "Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi."

6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, "jangan di putuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya."

Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

7. Ummu Kholid binti kho'id bin sa'ad Al-Amawiyah berkata, "Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, "Biarkanlah dia." Kemudian beliau pun berkata kepadaku, "bermainlah sepuas hatimu, Nak!

8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, "Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil)."

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah pernah lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya," Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, "Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesah-gesah sampai dia puas." Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma

11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, "Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku." Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.

Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, "Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang."

13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.

14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, "mengapa kau menangis, Nak ." Anak itu hanya menjawab, "biarkanlah aku sendiri." Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. "Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi," lanjut anak itu.

"Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu."

Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, "Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?" Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, "mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?" kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.

Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, "Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?" jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah." Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang." Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.

NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM KEPADA PUTRANYA

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, shahabat, keluarga serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat.

Al-Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al-Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan kami angkat sebuah kisah Luqman al-Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.

1. Tidak menyekutukan Allah.

Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala , sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, artinya, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Q.S. Luqman:13)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul ‘ibaadah). Dia lah yang berhak dimintai pertolongan. Hanya kepadaNya lah segala urusan diserahkan, takut (khauf), berharap (raja’) hanya layak ditujukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Amalan apakah yang dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya”. Ia bertanya lagi, “Kemudian Apa ?” Beliau menjawab, “Berbuat baik kepada orang tua”. Ia bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Belau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (shahih Bukhari, V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
lebih-lebih menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala (berbuat syirik). Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik” (QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman:15)

Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang telah diberi Allah Subhanahu Wa Ta'ala hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui". (QS. Luqman: 16)

“Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan shalat.

Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi, “Hai anakku, dirikanlah shalat”.

Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, artinya, “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. al ‘Ankabuut: 45)

7. Amar Ma’ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma’ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al-Qur’an di antaranya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.

Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, apakah ia sabar atau tidak? Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri.

Sifat takabur atau merasa besar di hadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana firmanNya, artinya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik.

Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara, dsb.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatur itu semua sebagaimana dalam firmanNya, artinya, “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”(QS. Luqman: 19)

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujuan diutusnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam selain untuk menyeru kepada Allah adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti. Wallahu a’lam.

HATI-HATI DENGAN UTANG

"Ketika Nabi saw sampai di jalan, berdiri di tempat orang yang akan pergi ke medan jihad, terdengarlah panggilan yang didengar oleh seluruh manusia, 'Wahai manusia, barangsiapa yang mempunyai utang janganlah ikut perang. Karena kalau nanti gugur, dan tidak mempunyai tinggalan untuk membayarnya, hendaklah ia pulang saja. Jangan ikut aku, karena ia tidak akan pulang dalam keadaan cukup.'" (HR Razim, dari Abu Darda')

Hadits tersebut di atas menggambarkan betapa tidak sederhananya berbicara masalah utang-piutang. Islam menuntun agar kaum muslimin tidak menganggap sepele masalah ini. Di samping akan membuat cacat diri sendiri, wibawa al-Islam wal-muslimin juga bisa ikut ternoda. Sebabnya sudah jelas, utang merupakan bagian dalam hidup dan bermu'amalah. Sebagai bagian dari alat pelengkap dalam berinteraksi antar sesama, utang sering tidak dapat dihindari. Utang-piutang menjadi bagian dari hidup dan kehidupan ummat manusia. Tetapi utang yang tidak dilunasi akan membuat cacat dan menghapuskan kewibawaan dan nama baik.

Utang adalah masalah yang sangat mengikat bukan saja selagi manusia masih hidup di dunia, tapi juga akan berlanjut sampai di akhirat. Tanggungan akan dibawa sampai si empunya utang masuk ke liang kubur.

Kecuali orang yang berutang karena dalam kondisi keterpaksaan lagi fakir. Orang yang dalam kondisi semacam ini (baca: fakir) berutang bukan untuk bermaksiat. Allah swt akan mengkhususkan mereka yang masuk dalam kelompok ini, seperti diuraikan dalam sabdanya:

"Allah akan memangil orang-orang yang berutang nanti pada hari kiamat, lalu dipanggil di hadapan-Nya, kemudian dikatakan kepadanya, 'Hai manusia! Untuk keperluan apa engkau berutang? Dan untuk apa engkau sia-siakan hak orang-orang?' Ia menjawab, 'Ya Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui, bahwa aku mempunyai utang tidak untuk makan, tidak untuk minum, tidak untuk membeli pakaian, dan tidak pula untuk dihambur-hamburkan. Tapi aku berutang karena ada bencana alam, seperti kebakaran, kecurian, atau karena kerugian dalam perdagangan.' Allah berfirman, 'Benarlah hambaku. (Kalau memang begitu) Akulah yang lebih berhak membayar utangmu.' Lalu Allah meminta sesuatu, maka disimpan pada mangkuk timbangan amal. Maka amal-amal baiknya lebih banyak yakni lebih berat dari pada amal kejahatannya. Maka masuklah ia ke surga dengan berkat rahmat-Nya." (HR. Ahmad)

Rasulullah telah mengizinkan kita untuk mengutip perkataan-perkataan ahli kitab (orang-orang yahudi dan nasrani) sebagaimana sabdanya: “Sampaikanlah ajaran-ajaranku walaupun itu hanya satu ayat, dan berbicaralah dari ajaran Bani Isra’il (Yahudi), dimana tidak ada halangan bagi kalian…” (HR. Bukhari dalam kitab Shahihnya, kitab Al I’tisham bi Al Kitab wa As Sunnah, dari Abi Hurairah).

Apabila kita menyebut atau mengutip perkataan-perkataan ahli kitab maka kita tidaklah disebut melakukan “bid’ah”. Kesemuanya itu tentunya dengan syarat bahwa kita harus berhati-hati dengan apa-apa yang kita dengar dari mereka., dimana kita tidak menerimanya apabila bertentangan dengan agama atau syari’at kita sebagai bukti. Apabila berlawanan dengan syari’at kita maka perkataan mereka harus kita tolak.

Berikut ini adalah perkataan para ahli kitab tentang perang armageddon :

1. Dalam kitab Wahyu (Revealition) pasal 16 ayat 16 dikatakan: “Dan ruh-ruh setan mengumpulkan sekalian tentara dunia di sebuah tempat bernama Armageddon” (injil, hal.388 penerbit Daar Ats Tsaqafah, Mesir).

2. Didalam kitab “Dimensi Agama dalam Politik Amerika Serikat” disebutkan, bahwa 7 orang pemimpin Amerika percaya dengan adanya perang armageddon. (Lihat dalam kitab “Janji Yang Benar Dah Janji Yang Dusta”, hal.31)

3. Dari kitab “Drama Berakhirnya Zaman”, oleh Oral Robertus. Dan kitab “Akhir Bola Dunia Yang Paling Besar”, oleh Hall Lindus, dikatakan: “Segala sesuatu pasti akan berakhir dalam beberapa tahun, dimana akan terjadi perang dunia yang paling besar, yaitu perang Armageddon atau perang dataran Magedo”. Kedua pengarang yang terkenal di Amerika tersebut memperkirakan, bahwa tahun 2000 Mahesi atau dekat darinya bola dunia ini akan berakhir secara final.

4. Ronald Reagen (mantan Presiden Amerika) pernah berkata: “Sesungguhnya generasi ini tepatnya adalah generasi yang akan melihat perang armageddon.”

5.Jimmy Sujjest berkata: “Aku berkeinginan agar aku dapat mengatakan, bahwa kita akan dapat mencapai perdamaian. Akan tetapi, aku percaya bahwa perang armageddon akan datang dan berkecamuk di lembah “Mageddo”. Ia akan datang. Mereka bisa saja menandatangani perjanjian-perjanjian perdamaian yang mereka inginkan. Namun, sesungguhnya hal itu tak akan merealisasikan apa pun. Sebab, bagaimanapun juga hari-hari hitam itu akan datang.” (Kitab”janji Yang Benar Dan Janji Yang Dusta”, hal.62, juga kitab “Ramalan dan Politik”, hal.37.

6. Seorang pimpinan fundamentalis Kristen berkata: “Sesungguhnya perang armageddon adalah sebuah realita dan sangat nyata, akan tetapi kita bersyukur karena ia akan terjadi pada akhir hari sejagat.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal. 53)

7. Greys Hasl, penulis Amerika, berkata: “Kita sebagai orang-orang Kristen percaya, bahwa sejarah manusia akan berakhir dengan sebuah peperangan yang disebut dengan perang armageddon. Dan bahwa peperangan ini akan dimahkotai oleh kembalinya Al Masih yang akan memerintah terhadap orang-orang yang hidup serta orang-orang yang mati dengan porsi sama.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal.19)

8. Shofeld berkata: “Sesungguhnya orang-orang Kristen yang Ikhlas hendaknya bergembira dengan peristiwa ini. Karena, begitu perang armageddon (pertempuran yang terakhir) ini dimulai, maka Isa Al Masih akan segera mengangkat mereka ke awan, dan mereka akan diselamatkan oleh Al Masih serta tidak akan menghadapi kesusahan apa pun yang terjadi di bumi, di bawah mereka.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal.25)

Demikianlah beberapa perkataan dari para ahli kitab yang meyakini bahwa perang armageddon pasti akan terjadi di akhir zaman.

Islam, Pahamkah kita?

Islam adalah nama bagi sebuah din/agama yang haq, agama yang diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. Islam bukan sekedar kepercayaan yang mengandung sikap pasrah semata tanpa ada rambu-rambu khusus -seperti syari’at yang diajarkan Nabi kepada kita- sebagaimana yang diklaim oleh kaum liberal dan pluralis.

Buktinya, di dalam hadits Jibril Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Islam itu meliputi; syahadat/persaksian bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji. Lalu, dimanakan bisa ditemukan ajaran-ajaran ini kalau bukan dalam agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Di dalam hadits yang lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan, “Islam dibangun di atas lima perkara: kewajiban untuk mentauhidkan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16, ini lafal Muslim, lihat Fath al-Bari [1/63] dan Syarh Muslim [2/31]). Berdasarkan riwayat hadits ini dapat kita ketahui juga bahwasanya istilah ‘tauhid’ bukanlah istilah baru yang tidak dikenal di masa Nabi, bahkan Nabi sendirilah yang mengajarkannya kepada kita!

Dalam jalur riwayat lain -di dalam Shahih Muslim- masih dari Ibnu Umar juga disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: kewajiban beribadah kepada Allah -semata- dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan.” (lihat Syarh Muslim [2/32])

Berdasarkan dalil-dalil semacam itulah para ulama -di antaranya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- mendefinisikan bahwa islam adalah: ‘Kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, bersikap tunduk kepada-Nya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari kemusyrikan beserta segenap penganutnya’ (lihat Hushul al-Ma’mul, hal. 104). Apabila kita cermati maka pengertian ini sangat bersesuaian dengan dalil-dalil yang telah disebutkan di atas.

Ada satu hal yang patut untuk digarisbawahi di sini adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan beberapa ungkapan untuk menyebutkan syahadat, yaitu:

1. Kewajiban mentauhidkan Allah
2. Kewajiban beribadah kepada Allah -semata- dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya
3. Bersaksi bahwa tiada sesembahan -yang benar- selain Allah dan Muhammad utusan Allah

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa barangsiapa yang tidak memenuhi ketiga hal di atas maka tidak bisa disebut sebagai seorang muslim. Artinya, orang yang bukan muslim itu bisa mencakup:

1. Orang yang tidak mentauhidkan Allah, dan ini mencakup semua orang selain pemeluk Islam, bahkan mencakup kaum munafikin walaupun mereka ‘berbaju’ Islam, dan juga tercakup di dalamnya kaum atheis yang tidak meyakini adanya tuhan. Allah ta’ala berfirman tentang orang-orang munafikin (yang artinya), “Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’ padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Baqarah: 8)
2. Orang yang beribadah kepada Allah namun tidak mengingkari sesembahan selain-Nya, yaitu orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah dalam ibadah. Mereka beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada selain Allah, kelompok ini pun sebenarnya sudah tercakup dalam kategori yang pertama di atas. Allah ta’ala berfirman tentang mereka (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah haramkan atasnya surga, dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zalim itu.” (QS. al-Ma’idah: 72). Allah ta’ala juga berfirman mengenai status sesembahan selain-Nya (yang artinya), “Yang demikian itu, karena Allah adalah satu-satunya [sesembahan] yang benar sedangkan segala sesuatu yang mereka seru/sembah selain-Nya adalah batil…” (QS. al-Hajj: 62)
3. Orang yang beribadah kepada Allah semata dan mengingkari sesembahan selain-Nya namun tidak mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau diutus kepada mereka, seperti halnya kaum ahli kitab di Yaman yang didakwahi oleh Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu. Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -yang beliau itu diutus oleh Allah untuk mengajarkan agama Islam kepada segenap manusia- telah menegaskan dalam sabdanya, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah seorang pun yang mendengar kenabianku di antara umat ini entah dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan risalah/ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk golongan penduduk neraka.” (HR. Muslim no. 153, lihat Syarh Muslim [2/243]). Oleh sebab itu an-Nawawi rahimahullah memberi judul bab untuk hadits ini dengan judul ‘Kewajiban beriman terhadap risalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berlaku bagi segenap manusia dan dihapusnya semua agama dengan agamanya’ (lihat Syarh Muslim [2/242])

 

Minggu, 03 April 2011

Kemudahan Dalam Hidup

Ketika kita menghadapi kesulitan dalam hidupnya niscaya berusaha mencari jalan pemecahannya. Dalam hal ini ada yang tetap memperhatikan nilai-nilai kebaikan, tetapi ada juga yang menghalalkan segala cara. Menurut Alquran, sesulit apapun keadaan, jika dalam pemecahan masalah itu mengikuti jalan ketaqwaan, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar yang aman, dan bahkan didijamin akan memperoleh rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka. 'wa man yattaqillah yaj 'al lahu makhraja wa yarzuqhu min haytsu la yahtasib (QS / 65:2).

Ayat ini berhubungan dengan problem keluarga. Dalam problem bangsa atau masyarakat luas, sumberdaya alam menjadi tidak relevan dengan kemakmuran, jumlah peralatan menjadi tidak relevan dengan kesuksesan dalam pekerjaan. Menurut Alquran hal ini disebabkan dicabutnya keberkahan pada diri kita.

Keberkahan adalah terkumpulnya kebaikan ilahiyyah pada sesuatu, pada seseorang, pada suatu waktu, pada suatu tempat, sehinggga nikmat Allah terdayaguna secara optimal. Menurut Alquran, hilangnya keberkahan itu berkaitan dengan perilaku masyarakat yang tidak lagi mencerminkan iman dan taqwa adalah kejujuran, tanggung jawab, amanah dan keadilan. Jika nilai-nilai tersebut diabaikan oleh masyarakat maka sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya lainnya tidak akan fungsional bagi kesejahteraan hidup bagi kita. Sebagaimana Firman Allah, 'Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu; maka, kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.' (QS. al-A'raaf : 96).

Saat menerima janji dan amanah

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman, mari sejenak kita rasakan taburan nikmat dan rahmat Allah Swt, semua yang melekat dalam diri, segala yang kita gunakan, semua yang ada di sekeliling berjalan dibawah kendali-Nya, lalu bertasbihlah mensucikan Allah Swt, mari kita jadikan silaturahim ini menjadi penuh berkah..

Sahabat seiman, bersihkan hati, bukalah pintunya, biarkan cahaya Allah Swt masuk mengisi relung hati kita, biarkan ia segar dengan sentuhannya, simaklah firman Allah Swt, artinya: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, Kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.” (Q.S. Al Baqoroh: 84)

Sahabat seiman, lihatlah, betapa diri ini begitu mudah untuk mengumbar janji, betapa sering ia menganggap remeh amanah yang dipikulkan kepundaknya.. sesungguhnya bila hanya mengucap janji siapapun mampu, jika sekedar menerima amanah setiap kita bisa, tetapi yang lebih penting dari itu semua, siapakah diantara kita yang paling pandai memenuhi janji dan menunaikan amanah?


Sahabat seiman, kendalikanlah diri, bisikan hati, bahwa janji yang pernah terucap bukan hanya sekedar untuk didengar, amanah yang pernah diterima bukan hanya untuk diterima ikrar, tetapi semua untuk pertanggung jawaban... mungkin banyaknya tugas dan amanah yang tak tertunaikan hingga kini disebabkan oleh pandangan dan sikap kita saat menerima janji dan amanah tersebut, sahabat.., mari kita berlomba menunaikan tugas! (SaiBah)

Seorang komentator konservatif baru-baru ini menjadi berita dengan mengklaim 10% dari seluruh dunia Muslim adalah teroris Klaim yang menakjubkan, mengingat jika itu benar ada 150 juta teroris dan jika masing-masing membunuh hanya 40 orang, mereka bisa memusnahkan seluruh kehidupan non-Muslim di bumi.

" Nah, jika ada satu hal yang menjadikan orang-orang berpikir ketika mereka mendengar "Cracked.com" itu "sahabat Islam." Itulah sebabnya kita merasa terdorong untuk mengklarifikasi beberapa kesalahpahaman bagi pembaca kami.

Juga, tidak ada cara untuk artikel ini akan datang kembali untuk menghantui kita dengan cara apapun.

5. Jika Anda adalah seorang wanita Muslim, Anda Harus MEmakai Jubah dan cadar

Bagi jutaan orang di Barat, ketika Anda mengatakan "Islam," citra mental pertama yang muncul di pikiran adalah ini:


[Image: 38399.jpg]
Seorang wanita menutupi kepala sampai kaki dalam burqa.

Sebenarnya, jika Anda tiba-tiba bisa mengumpulkan semua wanita Muslim di planet ini ke dalam satu ruangan raksasa dan harus melemparkan bola kepada seseorang memakai burqa, itu akan mustahil untuk bias menyentuhnya.

But the whole whole hide-them-under-a-veil thing must be pretty big among Muslim communities, otherwise Europe wouldn't be all in in a dither over the things, pushing for bans and whatnot.

Tetapi tabir semuanya menyembunyikan-mereka-di bawah-a-keseluruhan pasti cukup besar antara masyarakat Muslim, dan Eropa jika tidak menjadi gentar atas hal-hal ini, mendorong mereka untuk melarannya

Bagaimanapun, Banyak Orang Amerika berpendapat bahwa Islam membenci perempuan - fakta bahwa Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang benar-benar melarang perempuan dari mengemudi, atau bahwa hanya sebagian besar negara-negara Muslim masih menggunakan hukuman mati oleh rajam sebagai hukuman untuk perzinahan, menurut sebagian besar orang – Amerika membuktikan hal itu benar.

Tapi Sebenarnya ...

Berpikir bahwa semua perempuan muslim harus berpakaian seperti ini ...

[Image: 38419.jpg]

.. Adalah seperti berpikir bahwa semua wanita Kristen harus berpakaian seperti ini:
[Image: 38402.jpg]

. Foto itu berasal dari salah satu dari beberapa sekte Kristen kecil yang mengharuskan perempuan untuk berpakaian seperti itu Little House on Prairie.

Jadi misalnya, di Perancis mereka memiliki sekitar 3 juta perempuan Muslim.Berapa banyak menurut Anda yang mengenakan jilbab?. Karena mereka melakukan penelitian tentang itu. Ketika polisi Prancis memutuskan untuk mencari tahu berapa banyak burqa dan atau niqabs sedang dipakai di negara mereka, mereka menemukan jumlah... 367 .

Bukan 367.000, tetapi 367, jumlah sangat kecil sehingga dari sudut pandang statistik, itu hampir tidak cukup untuk didaftarkan sebagai margin kesalahan.

Adapun seluruh Eropa, angka-angka tersebut bahkan menjadi bencana lebih besar untuk bisnis burqa (misalnya, Belgia memiliki 500.000 Muslim, tapi hanya selusin pasangan mengenakan burqa).

Ya, ada negara Timur Tengah dimana kerudung diwajibkan oleh hukum (yaitu Iran dan Arab Saudi) dan gabungan negara-negara tapi hanya berjumlah kurang dari 5 persen umat Islam dunia.

Sebenarnya ada negara – Negara muslim yang melarang pemakaian cadar dan noqob saat wanita muslim melakukan aktifitas tertentu.

Mereka dapat melakukannya karena memakai cadar tidak diperlukan dalam Islam tapi lebih dari custom, tergantung di mana Anda tinggal dan siapa yang bertanggung jawab.

Berbicara tentang isu ini coba pikirkan: Dari lima negara berpenduduk mayoritas Muslim 4 dari nergara – Negara itu telah memilih perempuan sebagai kepala negara.

Jadi ada kemungkinan yang fantastis pada tahun 2012, Sarah Palin akan berkampanye untuk suatu pencapaian wanita muslim yang pernah dicapai sebelumnya di Negara – Negara mayoritas muslim

[Image: 38405.jpg]
Kami yakin Megawati Sukarnoputri tahu Amerika Serikat tidak memiliki Departemen Hukum .

4. Bapak Pendiri Amerika Serikat Tidak Mau Bertoleransi Pada Islam

Sangat mudah untuk berdiri di atas sabun dan menggertak publik tentang apa yang Anda pikir bahwa Bapak Pendiri akan AS berpikir tentang Atheis, dan multicultural AS, ,

Hal ini setelah Orang – orang Kristen mengutuknya. Mereka pasti tidak akan tahan dengan semua ini dan tidak akan mentoleransi agama-agama teroris.

[Image: 38407.jpg]

Adalah hal yang bagus bahwa sebagian orang Amerika bertahan dengan nilai – nilai kuno leluhur AS, mereka akan mengabaikan hokum untuk melawan hUkum islam dari mengambil alih AS, karena Islam telah menjadi begitu besar..

Tetapi sebenarnya ...

Bahkan jika mereka adalah orang Kristen setia, banyak dari para Bapak Pendiri Amerika memiliki kekaguman yang hebat tentang agama Islam.

Thomas Jefferson, misalnya, belajar sendiri bahasa Arab menggunakan salinan sendiri dari Quran dan menjadi tuan rumah di Gedung Putih pertama saat berbuka selama bulan Ramadhan.

John Adams memuji nabi Islam Muhammad sebagai salah satu Tokoh besar " Pencari kebenaran. "

" Benjamin Rush, yang begitu Kristen ia ingin sebuah Alkitab di setiap sekolah , juga mengatakan dia lebih suka mempertimbangkan untuk menanamkan pendapat Konfusius atau Mohammad " untuk ditanamkan pada generasi muda kita" daripada melihat mereka tumbuh tanpa suatu sistem tentang prinsip-prinsip agama."

Benjamin Franklin pernah mengatakan: "Bahkan jika Mufti Konstantinopel mengirim misionaris untuk berkhotbah tentang agama Islam kepada kami, ia akan mendapatkan tempat di Amerika."

Bahkan George Washington secara pribadi menyambut Muslim untuk datang bekerja untuknya di Gunung Vernon.

Jadi, mengapa semua Bapak Pendiri AS diatas mencintai orang – orang Islam ? Mungkin karena Sultan Mohammed ben Abdallah dari Maroko adalah tokoh dunia pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris pada tahun 1777.

Alasan lain adalah bahwa Bapak Pendiri cukup pintar untuk membedakan antara yang benar-benar teroris dan yang bukan, seperti ditunjukkan dalam Perjanjian Tripoli pada 1797.

" Saat itu di perjanjian ini bahwa AS menyatakan: "Pemerintah Amerika Serikat tidak, dalam arti, didirikan pada Agama Kristen, karena tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman Mussulmen [muslim]. "

3. "Muslim” berarti "Arab"

Ingat bahwa bahwa ada wanita gila dengan rambut Einstein yang menanyakan pada John McCain jika Barack Obama adalah seorang Arab ?

Yah, mari kita menyegarkan ingatan Anda:
[Image: 38410.jpg]

Kami bersedia untuk bertaruh bahwa kemungkinan maksud wanita ini mengatakan "Muslim" tetapi tidak sengaja ia kata "Arab" karena hal yang sama, kan?

Dan bahkan jika Anda tidak di kamp pesta minum teh, di mana Anda yakin "Arab" dan "Muslim" yang dipertukarkan, Anda mungkin telah dioperasikan di bawah asumsi yang sama: bahwa non-Yahudi Timur Tengah adalah orang Muslim dan yang paling Muslim tinggal di Timur Tengah.

Tetapi sebenarnya ...

Hanya sekitar 20 persen dari penduduk dunia Islam adalah Orang Afrika Utara dan Arab.

Sebagai perbandingan, sekitar 22 persen dari penduduk Kristen adaalah orang-orang Afrika , namun ketika seseorang mengatakan "Kristen," anda tidak akan membayang orang – orang negro kan?.Menyamakan "Muslim" dengan "Arab" tidak sepenuhnya benar.

Sementara kita di Barat telah dikondisikan dengan Islam diasosiasikan dengan Timur Tengah, Sebanyak 61,9 persen muslim tidak tinggal di Timur Tengah sama sekali; Muslim sebagian besar bermukim di wilayah Asia-Pasifik .

Indonesia sendiri merupakan rumah bagi lebih dari 200 juta Muslim, dan India dan Bangladesh bersama-sama memiliki kira-kira setengah milyar Muslim.

Sebagai contoh, jika Anda berpikir menjadi orang Arab Anda akan dijamin menjadi Muslim hari ini, hal itu tidak akan terjadi.sebanyak 10 persen populasi dari orang Arab adalah Kristen (lebih dari 14 juta orang)

Itu berarti lebih banyak 1 juta orang dari penduduk Yahudi yang hanya 13 juta

2. Budaya Barat Apakah Jauh Lebih Manusiawi daripada budaya Muslim ?
[Image: 38410.jpg]

Bahkan sebelum terorisme hangat dibicarakan, Islam memiliki reputasi di Barat untuk kekerasan. Itu disinyalir karena islam dengan waktu yang cukup singkat menyebar ke suluruh dunia.

Sebagai contoh, Hinduisme butuh sekitar 1.000 tahun untuk menyebar melalui India, dan Kristen sekitar 400 tahun untuk berkembang dari kultus agama yang teraniaya senbelum menguasai Kekaisaran Romawi,

Islam pergi berkembang hanya dari visi satu orang menjadi kekuatan politik dan agama yang dominan di Tengah Timur dan Afrika Utara hanya dalam waktu sekitar 100 tahun.

Jadi banyak orang telah mencapai kesimpulan bahwa agama yang menyebar seperti api suci pasti dengan satu cara : pedang.

Bahwa untuk mencapai pencapaian yang demkian pesat dalam waktu singkat, orang Islam harus kejam, dan menjadi penakluk yang barbar,

Bahkan sebelum 9 / 11, Anda melihat gambaran ini menjadi budaya populer sepanjang waktu di mata orang barat:

Tetapi sebenarnya ...

Muhammad meletakkan beberapa aturan yang cukup progresif pada peperangan, pada abad pertengahan ketika Muslim berperang melawan orang kristen

Terutama karena Nabi Muhammad mengeluarkan "kode etik yang berbeda untuk para pejuang Islam" yang meliputi:

* Tidak membunuh perempuan, anak-anak atau orang tak bersalah - ini termasuk pertapa, biksu atau pemimpin agama lainnya yang dianggap warga sipil;
* Tidak membunuh ternak atau hewan lainnya;
* Tidak boleh membakar atau perusakan pohon dan kebun, dan
* Tidak merusak persediaan air.



Singkatnya Nabi Muhammad ingin pasukannya berperang gigih dengan santun dan beradab.

Tetapi keuntungan terbesar teritorial dibuat setelah kematian Muhammad, kan? Mungkin saat itulah Islam mendapatkan reputasi haus darah nya?

Tidak juga. Penggantinya dikondisikan mengikuti aturan yang ada dan menetapkan mereka sebagai standar untuk tentaranya.

Yang mungkin menjelaskan mengapa tentara Muslim ketika menaklukkan Eropa "menunjukkan tingkat toleransi tingginya, yang membuat negara Kristen banyak mendapat malu," kata seorang ahli.


Plus, mereka membangun berbagai macam bangunan bagus.

Jadi sementara tentara salib Kristen senang melakukan pemenggalan dan melemparkan kepala mereka seperti karung samaph, muslim memiliki kode kehormatan keseluruhan yang seperti saat mereka memberi makan tentara musuh-musuh yang telah dikalahkan .

1. Apakah Islam Terjebak di Abad Kegelapan
[Image: 38420.jpg]

Sesungguhnya ada tiga stereotip negatif besar tentang Islam - membenci perempuan, radikal dan membenci segala jenis kemajuan ilmiah.

Kami telah membahas yang dua diatas, tapi bagaimana Anda berargumentasi terhadap ketiga? pemerintah mereka didasarkan pada teks-teks agama kuno! Dan wabaah apa yang bias di sembuhkan Iran ?


Tetapi sebenarnya ...

Dengan cara yang sama bahwa tidak semua orang Kristen Muda dan Modern, banyak Muslim modern melihat ruang untuk interpretasi dalam Quran.

Bahkan, 45 persen warga Muslim Amerika di salah satu jajak pendapat mengatakan bahwa mereka melihat evolusi sebagai "penjelasan terbaik bagi asal usul kehidupan manusia di Bumi," yang tidak begitu lusuh, mengingat hanya 24 persen dari Kristen evangelis percaya.

Persentase Muslim memeluk penjelasan ilmiah bagi asal usul kehidupan adalah hampir sama dengan Amerika sebagai (48 persen) keseluruhan.
[Image: 38428.jpg]


Dan secara historis, mereka memiliki track record. Sains dan matematika seperti yang kita tahu, tidak akan ada tanpa Islam. Golden Age Islam menyebabkan revolusi di hampir setiap bidang pemikiran manusia, di mana mereka menciptakan aljabar - dan segala sesuatu yang maju ,dari geografi dan eksplorasi bagi seni, arsitektur , filsafat, pengembangan obat-obatan, penataan perkotaan dan kesehatan.

Kaum Muslim benar-benar datang dengan berbagi kecemerlangan ini dan benar-benar mempermalukan kerajaan Kristen Eropa,
[Image: Cordoba_moschee_innen5_dome.jpg]

sejak kekhalifahan Islam diselimuti setiap negara mereka kuasai dengan sekolah, perpustakaan, pekerjaan umum dan paling komprehensif sistem kesejahteraan sosial di planet ini .

Bahkan jika kekhalifahan berhasil menaklukkan seluruh Eropa ,Renaissance Italia akan tidak dibutuhkan .

Jadi, dengan itu.

Sekarang kita berharap para pembaca artikel sudi memberikan masukan, tanggapan dan kritikan atas artikel ini.

adalah mencintai sang Nabi (saw) dan tanda kecintaan kepada sang Nabi (saw) adalah mencintai Sunnah beliau dan tanda mencintai Sunnah adalah mencintai akhirat dan tanda mencintai akhirat adalah membenci dunya dan tanda membenci dunya adalah mengambil yang paling sedikit- bukan mengejarnya, mengambil semua kesenangan dunya. Jadi, janganlah kalian menjadi serakah. Apa yang telah Allah (swt) berikan kepadamu telah Dia berikan.

Jika seseorang berada dalam keadaan sekarat (koma), mereka tidak dapat merasakan apa-apa dari cinta terhadap dunya. Masalah kita adalah kita berada dalam keadaan sekarat (koma) dari cinta terhadap akhira. Semoga Allah (swt) mengampuni kita demi kemuliaan Nabi Muhammad saw

Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah; KENAPA AKU DIUJI?, KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?, AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..

Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...

Solusinya adalah...


Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...

Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...

Bismillah.....


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)

KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

AL-QUR'AN MENJAWAB:


"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 12)


Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

Wallahu a'lam bish showab...

FILSAFAT TUKANG KERUPUK

Assalamu alaikum ,
Rekan2 sekalian, Ada cerita menarik tentang tukang kerupuk yg suka
jualan lewat depan rumah kita, ternyata ada falsafah nya juga

Silakan baca lebih lanjut ;
http://hdmessa.wordpress.com/2008/09/10/...g-kerupuk/

Semoga bermanfaat

HM

------------

FILSAFAT TUKANG KERUPUK

Di jalanan sekitar rumah, biasanya sering kita temui banyak pedagang
yg menjajakan jualan nya sambil lewat depan rumah kita, antara lain
tukang kerupuk. Di dekat rumah, penjual kerupuk biasanya membawa
kerupuknya dalam kaleng besar yg dipikulnya atau mendorong gerobak.
Penjual kerupuk memiliki teriakan yg khas pula saat menjajakan
jualan nya, sehingga dari jauh kita sudah bisa tahu bilamana ada
tukang kerupuk akan lewat. Penggemar kerupuk akan menunggu suara
teriakan khas tukang kerupuk tersebut, pertanda ia akan lewat.

Kalau ada tukang jual kerupuk lewat, terus kita panggil, kemudian ia
berhenti dan datang ke tempat kita, berarti dagangan kerupuk nya
masih banyak, dan ia senang dipanggil.
Bilamana dipanggil dan ia terus berjalan saja, berarti kerupuknya
telah habis terjual, kaleng kerupuk nya telah kosong atau tak suka
dipanggil oleh kita.
Namun bilamana ada orang yg memikul kaleng kerupuk jualan, kemudian
kita panggil, tapi malahan ia lari, nah kalau ini patut dicurigai,
kemungkinan ia pencuri kerupuk....

Cerita penjual kerupuk tersebut bisa dianalogikan pula dengan
kondisi keimanan seorang muslim saat mendengar panggilan azan.

Bila kumandang azan terdengar dari mesjid dan ia merasa terpanggil
untuk bersegera sholat , artinya masih banyak dan masih kuat iman
nya. Bahkan ada sebagian muslim yg sangat rindu dengan panggilan
azan tersebut, sampai sengaja bersiap menunggu datangnya waktu
sholat .

Pada kondisi lain, bilamana azan terdengar dan ia tak peduli dan
terus pergi, kemungkinan iman nya telah mulai habis.

Namun bilamana azan terdengar, tapi malahan ia lari menjauh,
mungkin patut dipertanyakan keimanan nya sebagai seorang muslim.

Demikianlah analogi sederhana, bagaimana hati seorang muslim
menanggapi kumandang azan, yang bisa menjadi ukuran sederhana
seberapa besar kepedulian seorang muslim terhadap agamanya.
Sebagaimana dinyatakan, salah satu tanda seorang muslim yg taat
ialah orang yang akan tergetar hatinya bila ayat al Qur'an
dibacakan.

Demikianlah pula halnya, bergetar nya hati seorang pemuda, mendengar
nama kekasihnya disebut, apakah lagi mendengarkan nya langsung. Rasa
hati itu adalah pertanda kecintaan nya pada kekasih hatinya, sesuatu
yg sangat dekat di hatinya.

Bagaimana reaksi kita, saat mendengar kumandang suara azan, ataupun
bacaan ayat suci Al Qur'an, adalah pertanda tingkat kecintaan kita
kepada Yang Maha Mencintai , Pencipta kita semua, Allah swt.

Jangan Menjual diri

Assalaamu ‘alaikum WR. WB.

Sahabat seiman, sejenak setelah menyantap hidangan jasmani, sempatkanlah tuk mereguk kesegaran hati, simaklah firman Allah SWT menyapa, artinya: “

Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kufur kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Q.S. Al Baqoroh: 90)

Kisah Yahudi penuh hikmah untuk kita, dahulu mereka pernah menjual kebenaran dengan kebatilan, dengan menyembunyikannya padahal seharusnya mereka menjelaskannya.. mereka mengkufuri, bahkan menentang Nabi Muhammad SAW dan kebenaran yang dibawa, padahal seharusnya mereka membenarkan, menguatkan, bahkan membela Islam. Ini semua disebabkan karena kedengkian yang bercokol dalam hati mereka, sedangkan dengki adalah pangkal segala kejelekan. Maka perhatikanlah apa yang mereka dapat? Kemurkaan Allah Swt yang berlipat-lipat, mereka ingkari Taurat dan Musa AS, Injil dan Isa AS, Al Quran dan Muhammad SAW.. kedengkian telah melahirkan kesombongan mereka di hadapan kebenaran, maka balasan yang sesuai dari kesombongan adalah siksaan yang menghinakan di dunia maupun akhirat (lihat tafsir Ibnu Katsir)

Sahabat seiman, tak gampang memang memilih mana yang seharusnya kita lakukan.. ada dua rayuan menggoda di hadapan antara hawa nafsu yang menjadi kendaraan syaitan dan wahyu yang menjadi sumber kebenaran.. apa pilihan kita sahabat? Jangan menjual diri dengan meninggalkan wahyu, atau memperturutkan kedengkian tuk memuaskan nafsu..

Sahabat seiman, Hidangan Jum’at penuh berkah kembali disajikan untuk kita, jangan biarkan kesibukan hari melalaikan jiwa kering gersang yang merindukan siraman air segarnya, cukuplah sudah dunia menutup celah hati tuk menangkap indah cahaya Hidayah, biarkan keindahan dunia hanya menghias sisi luar hati, agar ia tidak masuk ke dalamnya lalu merampas posisi hati yang menjadi raja, sebab bila demikian, silahkan rasakan dengan sombong kerajaannya akan berkuasa.. selamat beraktifitas! (SaiBah)

Metafisika Ruh: Ruh itu Urusan Allah

Berbeda dengan jasmaniah kasar maupun halus (piranti keras dan lunak) Ruh bukan piranti dia Energi bagi manusia, Ruh adalah Energi Tuhan, yang mewakili Tuhan atas diri manusia, didalamnya terkandung sifat-sifat Tuhan demikian dikatakan bahwa manusia adalah makhluk Ruhaniah

Dalam Kitab Suci Al Qur’an banyak ayat yang menjelaskan duduk perkara soal ruh ini. Di antaranya menyatakan demikian:
1. Surat 15 (AL-HIJR) ayat 29
“Maka apabila Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan padanya Ruh dari Ku, hendaklah kamu tunduk sujud akan dia”
2. Surat 32 (AS-SAJ’DAH) ayat 9
“Lalu Ia sempurnakan kejadiannya, Ia tiupkan pada sebagian dari RuhNya dan Ia jadikan bagi kamu pendengaran dan penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.”

Dari dua bunyi ayat diatas menjelaskan akan diri manusia, jati diri manusia yang sebenarnya, manusia pada saat kondisi bayi (baru lahir kedunia) tidak memahami akan dirinya, ketika beranjak remaja menganggap diri sebatas fisik (jasmaniah) banyak sekali dari manusia sampai usia tua menganggap dirinya fisik (jasmaniah). Kondisi ini terjadi ketika manusia terjebak oleh hawa nafsunya, karena cintanya pada dunia yang demikian besar menyebabkan tertutup kesadarannya akan jati dirinya yang sesungguhnya, dalam kehidupannya didunia akal dan fikirannya hanya tertuju pada gemerlapnya dunia dengan sendirinya akhirat terabaikan. Sejauh mana keyakinan kita sebagai manusia akan ayat tersebut diatas.

Sebagai ayat pembanding untuk analisa ayat tentang Ruh berikut ini adalah :
Surat 15 (AL-HIJR) ayat 27
“Dan jin itu, Kami jadikan dia lebih dahulu, dari api yang beracun ”
Dalam 2 (dua) ayat diatas dikatakan
1. “Aku tiupkan padanya Ruh dari Ku”
2. “Ia tiupkan padanya sebagian dari RuhNya”

Pada surat 15 (Al-Hijr) ayat 27 dikatakan bahwa jin itu dijadikan, sementara Ruh ditiupkan jelas disini bahwa jin itu dicipta (dibuat) oleh Tuhan sementara Ruh itu bukan ciptaan tapi bagian dari Ruh Tuhan, itu sebabnya Ruh itu kekal sebagaimana Tuhan. Begitupun jasad manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan alam semesta semua ciptaan Tuhan, hanya Ruh manusia saja yang bukan ciptaan melainkan bagian dari Ruh Tuhan, itu sebabnya pada diri manusia terkandung sifat keTuhanan. Hawa nafsu yang terkandung didalam Ruh manusia terdiri atas 4 (empat) level (tingkat) yaitu :
1. MULHALAMAH
2. RODHIYAH
3. MARDHIYAH
4. KAMILAH

Demikian sedikit penjelasan metafisis soal ruh yang bagi sebagian kalangan dianggap rahasia ini. Semoga ada manfaatnya.

Antara kebutuhan dan keinginan

Assalamu ‘alaikum WR. WB.

Sahabat seiman, tak ada bisikan seindah firman-Nya, kelembutannya memberikan ketenangan, sentuhannya menunjuki jalan, janganlah membiarkan diri tergelincir di bawah cahayanya yang terang benderang.. biarkan ia menyapa, artinya:

“..apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong..” (Q.S. AlBaqoroh: 87)

Sahabat seiman, jangan biarkan pagi berlalu tanpa menggores pesan, sejuk dan segar suasananya mengajarkan betapa Allah Swt begitu memahami apa yang kita butuhkan, lalu mampukah kita berlapang dada terhadap keputusan-Nya meskipun bertentangan dengan keinginan.., kemudian menundukkan nafsu agar tidak sombong, lalu berontak menentangnya..

Sahabat seiman, setiap kita memiliki kebutuhan dan juga keinginan. jika ditawarkan kepada kita antara kebutuhan atau keinginan, mana sebenarnya yang kita pilih,..? namun yang pasti setiap kita pasti menginginkan kebutuhan terpenuhi.. tetapi jika keinginan mutlak yang kita pilih, adakah keinginan yang dapat terpenuhi?

Sahabat seiman, betapa banyak semut yang mengingankan manisan namun akhirnya tenggelam di dalamnya. Alangkah bodohnya nyamuk yang ingin memenuhi diri dengan darah namun akhirnya tak kuasa terbang dan mati tertindih tubuh.. lihatlah kekayaan qarun tak mampu memenuhi keinginannya, tetapi tengoklah kekayaan Sulaiman mencukupi kebutuhannya..

Sahabat seiman, Sudahkah pagi ini kita perbaiki motivasi, jangan-jangan kegagalan kita bukan karena kita tidak mampu memenuhi kebutuhan, akan tetapi sebenarnya kita gagal memenuhi keinginan.. Ingat Sahabat..!
Allah Swt lebih Tahu apa kebutuhan kita, sementara kita hanya tahu keinginan kita.. maka tetaplah bersama-Nya, Selamat beraktifitas! (SaiBah)

Membedakan daging b4b! dgn daging s4p!

Kenali Ciri-Ciri Daging BABI/CELENG !

Posted 7 April, 2009 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in SPESIAL (متميز). Tagged: aroma daging, babi, bagong, celeng, ciri daging babi, daging celeng, membedakan daging babi, serat daging babi, tanda daging babi, warna daging. 9 Comments
Waspadai Daging Babi Oplosan

Oleh : M.T.Assyaukani* dkk

“Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan Propinsi DKI Jakarta , Drh. Adnan Ahmad menyatakan pihaknya akan mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran daging babi hutan atau celeng di pasar-pasar di Jakarta, selama bulan Ramadhan dan menjelang idul fitri ini. Pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta Edy Setiarto, tertanggal 20 September 2006 kemarin, yang mengingatkan warga Jakarta agar berhati-hati membeli daging dan jangan tergiur dengan harga daging yang lebih murah. Karena ada dugaan sudah beredar daging celeng yang dijual di pasaran dengan cara disamarkan atau dicampur dengan daging sapi biasa” (Republika, Jumat 29 September 2006)

Kita patut mengelus-ngelus dada prihatin atas kenyataan diatas. Betapa perhatian terhadap nilai-nilai kehalalan semakin terdegradasi oleh nilai mata uang dan keserakahan. Demi sejumlah keuntungan materi, segelintir manusia ingin mengelabui umat muslimin dengan menyamarkan daging babi –makanan yang jelas keharamannya dalam islam- sehingga umat muslim dengan tanpa sengaja mengkonsumsinya.

Tentu saja kita sebagai umat muslim harus mewaspadainya dengan mengetahui karakteristik daging babi dan mencermati perbedaannya dengan daging sapi. Untuk itu kami dari Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) LC. Himitepa mengadakan analisis sederhana terhadap karakteristik daging babi serta membandingkannya dengan daging sapi. Tim ini keseluruhan terdiri dari mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang tergabung dalam wadah HMPPI LC Himitepa. Tim tersebut adalah : M.T.Assyaukani (Co.), Bima Sakti Aswan, Ihsaniati Nur Rahmatika, Sri sugiharti, Gema Buana Putra, Datoe M. Iqbal, Kurnia Ramadhan, Shinta Dewi, Eka Febrial, Jamal Zamrudi, Dyah Ayu dan Mustarofa Ahmad. Kegiatan ini dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Joko Hermanto sebagai ahli ilmu daging di jurusan ITP. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis, tanggal 12 Oktober 2006 di Lab Evaluasi Sensori PAU dibawah pengawasan Ibu Sri. Kami berharap informasi ini bermanfaat bagi Anda khususnya menjelang hari Idul Fitri, hari ketika permintaan daging sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan kita. Kami berharap usaha ini dapat menjadi setitik usaha yang cukup berarti bagi tegaknya nilai kehalalan di Indonesia.

Ada beberapa perbedaan mendasar antara daging babi dan sapi. Dr. Ir. Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, mengatakan bahwa secara kasat mata ada lima aspek yang terlihat berbeda antara daging babi dan sapi yaitu warna, serat daging, tipe lemak, aroma dan textur. Atas dasar itu fokus pengamatan kami diarahkan pada lima aspek tersebut.

Dari segi warna, terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar 1), warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase in dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

[Image: warna.png]

Dari segi serat daging, perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan bersama (lihat gambar 2).

[Image: serat.png]

Dari penampakkan lemak, perbedaan terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat (lihat gambar 3). .

[Image: lemak.png]

Namun kita harus hati-hati pula bahwa pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakkan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.


Dari segi tekstur, daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan (lihat gambar 4). Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antar keduanya karena terasa sekali daging babi sangat kenyal dan mudah di “biye” kan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan

[Image: tekstur.png]

Dari segi aroma, terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang -menurut pak Joko- sebenarnya senjata paling ampuh untuk membedakan antar kedua daging ini. Karena walaupun warna telah dikamuflase dan dicampur antar keduanya, namun aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Secara umum karakteristk daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain, sementara daging babi memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya (daging babi dan sapi) menjadi sangat sulit untuk dibedakan. Penjualan daging babi oplosan merupakan kegiatan yang ilegal, sehingga biasanya daging ini tidak di display di meja penjualan. Daging ini biasanya dikeluarkan ketika ada pembeli yang menanyakan, “apakah ada daging murah pak?” sehingga kita pantas menaruh curiga bila ada penjual yang menjual daging dengan harga “miring”. Sifat yang lain juga adalah lokasi penjualan yang biasanya di tempat yang gelap dan cukup terpisah dari yang lainnya supaya daging tidak menjadi pusat perhatian orang banyak..

Pada akhirnya keputusan ada di tangan kita masing-masing, apakah kita ingin mencoba untuk lebih mencermati tiap daging yang kita beli atau acuh taj acuh saja. Perilaku kita akan menggambarkan seberapa besar kita menaruh perhatian terhadap aspek kehalalan terhadap pangan yang kita konsumsi dan juga sebagai parameter sejauh mana kita menghayati bulan ramadhan yang mulia ini. Allahu a’lam bisshawab.

*Penulis adalah kordinator wilayah Jawa Barat Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI), kritik saran dapat disampaikan ke: assyaukani@gmail.com

http://assyaukani.blogspot.com/2006/12/w...losan.html

src = http://kaahil.wordpress.com/2009/04/07/k...abiceleng/

Tiada Hari Tanpa Berjudi

Tulisan ini dikutip dari:
http://ahmadifham.wordpress.com/2011/03/...a-berjudi/
Weekend Sabtu Minggu adalah hari bola. Dari Sabtu siang hari sampai Senin dini hari, kita bisa tonton pertandingan bola (siaran langsung atau tunda) yang bisa dinikmati di berbagai channel Televisi.

Di sela-sela acara bola, biasanya ada kuis. Syarat ikut kuisnya tentu mudah, tinggal ketig Reg Spasi Bola atau sejenisnya yang bertarif premium (Rp.2.000,-).

Setelah SMS, Anda akan terdaftar sebagai peserta yang nantinya berhak diundi untuk ditelpon oleh panitia (TV), kemudian Anda diberi pertanyaan pilihan (yang biasanya mudah dijawab, bahkan seringkali diberi klu jawaban oleh sang presenter). Kalau berhasil kasih jawaban benar, Anda dapat hadiah Rp.1.500.000,-.

Setelah teregister, Anda pun punya lagi sebuah kesempatan untuk memenangkan undian berhadiah nonton bola langsung di Inggris (misalnya) dengan biaya, akomodasi, transportasi, konsumsi, dll yang semuanya ditanggung oleh panitia.

Wah, menggiurkan sekali ya, apalagi bagi anda pecinta bola.
Ada jugagame berbeda yaitu Anda bisa memberikan dukungan atau komentar atas pertandingan yang sedang berlangsung dengan kirim SMS ke bla bla bla. Selain komentar Anda ditayangkan sebagai running text di televisi yang bisa dibaca oleh jutaan pemirsa, Anda juga berhak menjadi peserta yang akan diundi untuk memenangkan hadiah Rp.500.000,- misalnya.

Ternyata jenis kuis atau game seperti ini tak hanya ditemukan di bola. Ada juga game model lain seperti lelang BB dan sejenisnya (yang harga normalnya lebih dari Rp.5.000.000,-), namun di game ini dijual dengan harga bukaan di Rp.12.000,- dan biasanya terjual tidak melampaui harga lebih dari Rp.50.000,-.

Untuk mengikuti kuis ini, Anda tinggal Ketig Reg Spasi Lelang kirim ke bla bla bla. Setelah Anda teregister, Anda berhak menjadi peserta yang diundi untuk ditelpon oleh panitia sehingga menjadi pemenang lelang BB tersebut. Game jenis ini kayaknya ditayangkan setiap hari loh.
Ada lagi nih, game jenis Reg Spasi Hudgson atau Reg Spasi IGT atau Reg Spasi Idol dan sejenisnya, kemudian kirim ke bla bla bla. SMS Anda bisa menambah jumlah polling yang diperoleh orang yang Anda dukung di acara tersebut, dan peserta polling akan diundi memperebutkan hadiah. Tarif SMSnya premium atau bukan, saya gak tahu. Belum pernah nyoba dan ngecek.

Ada lagi misalnya pada acara penentuan award winner untuk pemenang kategori aktor terbaik, aktris terbaik, band favorit, dan/atau di sini juga kita bisa mendukung sebuah acara TV untuk jadi pemenangnya. Kalau ini saya gak tahu pasti apakah SMS yang dikirim menggunakan tarif biasa, tarif premium atau digratiskan, dan apalagi diiming-imingi dengan hadiah.
Nah, apakah ada yang salah dengan game semacam ini? Mari kita cermati.

Pertama, game tersebut mensyaratkan peserta memberikan iuran berupa SMS premium sebesar Rp.2.000,- ke panitia. Woww, saya jadi membayangkan kalau ada 2 juta orang saja yang kirim SMS, maka income panitia adalah 2.000 x 2.000.000 = Rp.4.000.000.000,- Apalagi jika pengirim SMSnya lebih dari itu. Padahal hadiah yang dikasih paling tak seberapa dengan income ataupun laba yang diperoleh.
Maklum lah “bisnis”. Hehe.

Kedua, jika semua peserta memberikan iuran (berupa SMS dengan tarif Premium tersebut), kemudian ada peserta yang jadi pemenang, dan ada peserta yang tidak memperoleh sesuatu sama sekali atas game tersebut, jelas ini Zero Sum Game yang dalam ranah syariah hal ini merupakan kategori saudara kandung dari judi (maysir).

Ketiga, Akhirnya tidak perlu mencermati lebih jauh lagi karena indikasinya sudah jelas. Nah, di Alquran, biasanya pelarangan atas maysir (judi dan zero sum game) ini disejajarkan dengan pelarangan terhadap “candu” jenis khamr atau minuman memabukkan. Khamr itu candu, maysir juga candu.

Agar terhindar dari game jenis judi ini, ada beberapa pilihan yang bisa
dilakukan:

a. Kalau ingin bikin acara seperti itu, buatlah agar biaya SMS sesuai tarif standar SMS, bukan tarif premium, atau
b. Bikin agar biaya SMS untuk game tersebut digratiskan. Ayo, berani gak!? Hehe kalau gratisan gak bisa berbuah limpahan duit ya?; atau
c. Bisa saja tarif premium diberlakukan untuk SMS komentar yang ditayangkan di running text televisi, namun jangan sampai di acara tersebut diiming-imingi hadiah;
d. Jika dirasa alternatif solusi tersebut tidak menarik, ya pilihannya tidak usah diadakan game demikian;
e. Namun, ada lagi alternatif berikutnya: biarkan acara tersebut berjalan apa adanya, jika memang negeri ini sudah sangat sangat mafhum dengan praktek judi dan dampaknya. Korupsi saja bisa menjamur kan, apalagi judi.
Kenapa sih judi itu dilarang? Dan apakah Anda harus jauhi larangan itu? Ada yang bilang larangan itu muncul karena memang hal itu merupakan ketentuan larangan firman Tuhan (ini bagi yang percaya sama Tuhan ya).

Dalam hal ini bisa jadi urusannya adalah “kalau itu larangan Tuhan, ya harus ditinggalkan. Kalau gak ditinggalkan, maka dosa.” Alasan ini pun tepat, meskipun memang aturan Tuhan itu sejatinya kan ya untuk kita-kita juga manusia dan makhluk lainnya. Tidak percaya dengan aturan Tuhan ya gak apa-apa. Namun ya ironis jika sampai mengeluh atas
dampaknya.

Ada lagi yang bilang, judi itu dilarang karena merugikan atau menzalimi hak orang lain. Loh, kan pelakunya suka sama suka dan rela sama rela dalam melakukannya? Ya, tentu bisa jadi secara kasat mata pelakunya suka dan rela.

Namun coba saja cek misalnya ambil 2 peserta: yang satu pemenang, yang satu yang kalah, cek saja suasana hati mereka saat itu. Juga ada yang menganggap dua ribu perak gak ada artinya bagi peserta? Hehehe saya gak yakin jika 2 ribu perak gak ada artinya. Kalau gak ada artinya, mending disedekahkan saja kan. Dan juga cek saja aktivitas transaksi 2 ribu perak itu bagi panitia dan pemenangnya, pasti sangat menyenangkan baginya.

Namun, jangan samakan model menang kalah di sini dengan sejenis perlombaan yang tidak melibatkan iuran lho. Kalau perlombaan di mana pesertanya tidak memberikan iuran untuk pembelian hadiah, maka hal ini gak masalah.

Nah, bagaimana dengan perlombaan acara Agustusan? Ya pada prinsipnya sama saja.
Jika ada game yang peserta iurannya adalah peserta lomba juga dan hadiahnya dibelikan dari uang iuran, hal ini merupakan zero sum game juga.

Dalam hal perlombaan acara Agustusan, agar terhindar dari zero sum game, ya bikinlah acara bersama seperti pesta, makan-makan atau acara yang semua peserta iuran bisa merasakan/memperoleh manfaat yang sama atas iuran masing-masing. Atau kalau mau mengadakan lomba ya dana hadiah jangan diambilkan dari pos iuran peserta, misalnya ambil saja dari sponsor. Hati-hati loh, hal ini “sangat kaprah” (bukan “salah kaprah”) telah lazim dilakukan oleh segenap masyarakat.

Bagaimana pula dengan hadiah yang diperoleh dengan syarat harus terlebih dulu mengirimkan bungkus makanan instan? Atau bagaimana dengan status hadiah undian tabungan di bank? Dalam hal ini, perusahaan penyelenggara pemberian hadiah bisa berkilah karena biaya hadiah diambil dari laba perusahaan di tahun sebelumnya, dan tidak mengambil hak konsumen/nasabah.

Kalau game model pengiriman bungkus makanan, ini memang tidak begitu dekat dengan ranah zero sum game, namun lebih dekat dengan pembinaan perilaku konsumtif dan mubadzir (yang dikatakan oleh Alquran sebagai perilaku syetan), karena sebelum memperoleh kesempatan ikut undian berhadiah, konsumen harus membeli makanan tersebut terlebih dahulu bahkan kalau bisa beli sebanyak-banyaknya entah dia butuh atau tidak. Makanan itu tidak bisa diuangkan lagi karena otomatis makanan tersebut harus dikonsumsi terlebih dahulu.

Lain halnya dengan undian berhadiah dari bank. Ini lebih aman dari kategori zero sum game. Selain pembelian hadiah diambilkan dari laba perusahaan. Kesempatan yang akan lebih banyak dimiliki oleh orang yang mempunyai tabungan lebih banyak, cenderung dianggap lebih fair karena selain tidak mengurangi hak nasabah, tabungan tersebut juga sewaktu-waktu bisa diambil/diuangkan/dimanfaatkan lagi untuk berbagai hal, tidak seperti makanan yang mau gak mau harus dikonsumsi terlebih dahulu.

Tentu, alangkah sedih dan malangnya orang yang gak punya tabungan dan gak punya kesempatan diikutkan dalam undian. Ups, bukannya pengen bikin statement berlebihan, namun kalau saya lihat undian berhadiah mobil Alphard, saya pun pengen. Rasanya kok gak adil ya yang dapet hadiah mewah malah orang yang kaya (punya tabungan banyak).
Nah, mungkin masih banyak lagi case-case serupa dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Anda sependapat dengan saya, hati-hatilah ketika pengen ikut berpartisipasi dalam game tersebut. Kalau masuk kategori zero sum game kan repot, karena akan menyebabkan dampak yang tidak baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Untuk kategori judi model taruhan, saya tidak bahas di sini karena terlalu jelas bahwa hal ini dilarang dan akan menzhalimi orang lain.

So, apa yang harus kita lakukan? Ya mulailah dari diri sendiri untuk bisa
menghindari zero sum game tersebut, mengingatkannya kepada keluarga, teman, dan publik. Adalah langkah lebih signifikan lagi jika kita bisa menguasai media sehingga acara-acara zero sum game tidak lagi bertebaran dengan bebas di televisi dan meracuni/menginstall otak publik.

Bogor, 15 Maret 2011 Ahmad Ifham Sholihin

http://sharianomics.wordpress.com/

;;

By :
Free Blog Templates