Minggu, 03 April 2011
Assalamu alaikum ,
Rekan2 sekalian, Ada cerita menarik tentang tukang kerupuk yg suka
jualan lewat depan rumah kita, ternyata ada falsafah nya juga
Silakan baca lebih lanjut ;
http://hdmessa.wordpress.com/2008/09/10/...g-kerupuk/
Semoga bermanfaat
HM
------------
FILSAFAT TUKANG KERUPUK
Di jalanan sekitar rumah, biasanya sering kita temui banyak pedagang
yg menjajakan jualan nya sambil lewat depan rumah kita, antara lain
tukang kerupuk. Di dekat rumah, penjual kerupuk biasanya membawa
kerupuknya dalam kaleng besar yg dipikulnya atau mendorong gerobak.
Penjual kerupuk memiliki teriakan yg khas pula saat menjajakan
jualan nya, sehingga dari jauh kita sudah bisa tahu bilamana ada
tukang kerupuk akan lewat. Penggemar kerupuk akan menunggu suara
teriakan khas tukang kerupuk tersebut, pertanda ia akan lewat.
Kalau ada tukang jual kerupuk lewat, terus kita panggil, kemudian ia
berhenti dan datang ke tempat kita, berarti dagangan kerupuk nya
masih banyak, dan ia senang dipanggil.
Bilamana dipanggil dan ia terus berjalan saja, berarti kerupuknya
telah habis terjual, kaleng kerupuk nya telah kosong atau tak suka
dipanggil oleh kita.
Namun bilamana ada orang yg memikul kaleng kerupuk jualan, kemudian
kita panggil, tapi malahan ia lari, nah kalau ini patut dicurigai,
kemungkinan ia pencuri kerupuk....
Cerita penjual kerupuk tersebut bisa dianalogikan pula dengan
kondisi keimanan seorang muslim saat mendengar panggilan azan.
Bila kumandang azan terdengar dari mesjid dan ia merasa terpanggil
untuk bersegera sholat , artinya masih banyak dan masih kuat iman
nya. Bahkan ada sebagian muslim yg sangat rindu dengan panggilan
azan tersebut, sampai sengaja bersiap menunggu datangnya waktu
sholat .
Pada kondisi lain, bilamana azan terdengar dan ia tak peduli dan
terus pergi, kemungkinan iman nya telah mulai habis.
Namun bilamana azan terdengar, tapi malahan ia lari menjauh,
mungkin patut dipertanyakan keimanan nya sebagai seorang muslim.
Demikianlah analogi sederhana, bagaimana hati seorang muslim
menanggapi kumandang azan, yang bisa menjadi ukuran sederhana
seberapa besar kepedulian seorang muslim terhadap agamanya.
Sebagaimana dinyatakan, salah satu tanda seorang muslim yg taat
ialah orang yang akan tergetar hatinya bila ayat al Qur'an
dibacakan.
Demikianlah pula halnya, bergetar nya hati seorang pemuda, mendengar
nama kekasihnya disebut, apakah lagi mendengarkan nya langsung. Rasa
hati itu adalah pertanda kecintaan nya pada kekasih hatinya, sesuatu
yg sangat dekat di hatinya.
Bagaimana reaksi kita, saat mendengar kumandang suara azan, ataupun
bacaan ayat suci Al Qur'an, adalah pertanda tingkat kecintaan kita
kepada Yang Maha Mencintai , Pencipta kita semua, Allah swt.

